MAARIF Institute

Kekayaan Alam di Tengah Kelumpuhan Umat

REPUBLIKA.CO.ID, Berjibunnya migrasi Muslim ke Eropa sering memunculkan stereotip dan gambaran negatif tentang Islam dan umatnya, karena berbagai alasan, di antaranya:

1. Kultur paralel. Umat Islam telah menyatukan diri ke dalam arus besar komunitas Eropa, tetapi mereka tidak berasimilasi dengan mereka. Mereka sudah bercampur dengan mereka, tetapi umat Islam tetap berpegang kepada nilai-nilai dan kultur mereka sendiri. Makanan, pakaian, cara bergaul mereka berbeda karena mengacu kepada sistem nilai yang lain. Padahal tradisi Eropa menginginkan keseragaman. Ujungnya, kultur paralel ini telah memicu munculnya polarisasi dalam komunitas Eropa.

2. Serangan ideologi. Semakin kuatnya pengaruh ideologi humanis merupakan faktor lain bagi tumbuhnya fobi terhadap Islam. Humanisme mengancam agama pada umumnya, dan Islam pada khususnya. Kaum humanis tidak percaya kepada kebenaran abadi atau wahyu Allah sebagai perinsip-prinsip pembimbing perilaku manusia. Bagi kaum humanis, agama hanya bisa diterima sejauh batas ruang pribadi, tidak boleh memasuki ranah politik, sosial, atau ekonomi, dan sistem nilainya.

3. Ekstremisme. Meningkatnya momok ekstremisme di kalangan segelintir umat Islam telah membuahkan kekerasan merata, tanpa tebang pilih. Berkurung dalam mantel agama dan memamerkan dirinya sebagai perisai terhadap dominasi Barat. Ini merupakan reaksi sesat yang berkembang menjadi tindakan pembunuhan terhadap orang-orang sipil tanpa dosa.

 

Bagaimana pula situasi bangsa-bangsa yang mayoritas penduduknya Muslim? Inilah gambaran yang diturunkan:

1. Korupsi dan ketidakadilan. Masalah riil yang berlaku di dunia Islam adalah korupsi dan ketidakadilan ekonomi dan sosial. Suasana kemiskinan yang hina dina berhadapan dengan kemewahan yang melimpah, berlanjutnya pemerasan kelas menengah, korupsi, dan penyalahgunaan kekuasaan oleh golongan elite, merupakan isu riil dalam pergolakan Musim Semi Arab.

2. Perbudakan ekonomi. Imperium Barat pada dasarnya adalah imperium ekonomi, bukan imperium ideologi. Bankir di New York, London, atau di Kopenhagen tidak peduli bagaimana cara anda sembahyang atau kapan anda sembahnyang, selama anda bekerja di siang hari dan sore berbelanja di mal dengan menggunakan kartu kredit anda. Sebagian besar negeri Muslim terpasung dalam jaringan laba-laba bunga yang mengandung utang. Bunga (interest) adalah bentuk modern dari perbudakan yang melaluinya
sumber-sumber kekayaan di dunia Islam digadaikan kepada para bankir.

3. Monopoli sumber kekayaan. Dunia Islam memiliki sumber-sumber kekayaan yang diperlukan oleh dunia maju. Amerika Serikat misalnya punya penduduk 5 persen dari total penduduk dunia, tetapi melahap 35 persen dari sumber-sumber alam dunia. Memonopoli sumber-sumber alam sekarang menjadi agenda politik dari tatanan dunia baru. Dunia Islam terjepit dalam kontes strategis antara imperium Amerika yang berada di bawah tekanan penciutan ekonomi dan kebangkitan Cina, secara ekonomi kuat, tetapi dalam kekuatan
militer masih berada di bawah Amerika.

4. Kekosongan ideologi. Musim Semi Arab telah kehilangan daya lenturnya bahkan sejak awal. Pergolakan ini berlaku dalam sebuah ruang kekosongan ideologi yang akhirnya membuahkan musim dingin kekecewaan. Ironisnya, kekosongan ideologi yang berlaku di kalangan umat Islam menunjukkan
sikap antihukum Islam. Terjadi agitasi terhadap kaum Islamis oleh orang-orang yang mengaku Muslim. Mereka telah berbicara panjang tentang adanya the intellectual fault line (garis salah intelektual) dalam
dunia Islam. (Catatan Saya: Tentang Butir ini, kita boleh berdebat lebih jauh dengan kepala dingin)

5. Zionisme Kristen. Kaum Zionis Kristen percaya bahwa orang Yahudi adalah ‘Manusia Pilihan Tuhan’. Tuhan memberikan kepada orang Yahudi hak mutlak untuk menguasai tidak hanya Palestina, tetapi meliputi wilayah yang membentang luas, memanjang dari Mesir sekarang sampai ke Irak. Itulah yang disebut wilayah sebagai ‘Israel Raya’. Menurut klaim mereka, Tuhan telah memilih bangsa Yahudi berada di atas semua bangsa lain. Mereka percaya bahwa mereka punya kewajiban Biblikal untuk menolong orang Yahudi merebut kembali the Promised Land (Tanah yang Dijanjikan).

Kaum Zionis Kristen punya pengaruh penting di Capitol Hill (Gedung Kongres Amerika) sambil mengklaim sebuah dasar dukungan dalam menjangkau 50 juta ‘orang beriman’. Artinya, setidak-tidaknya di sana sekarang terdapat 10 kali lipat Zionis Kristen di tengah kaum Zionis Yahudi. Karenanya, ketidakstabilan Timur Tengah merupakan kepentingan langsung program ekspansionis Zionis.

Melihat peta dunia Islam yang terkepung seperti di atas, maka _JamiatulUlama_ menutup artikelnya dengan do’a seperti dikutip di bagian awal Resonansi ini. Inilah umat Islam yang jadi rebutan dan mainan pihak
lain, karena kualitas kita di bawah batas minimum. Jalan keluarnya bagi saya: “Ucapkan selamat tinggal kepada tangis dan rengek. Pahami agama dengan benar. Ubah cara berfikir secara radikal dan berani untuk merebut posisi tertinggi dalam perlombaan peradaban, demi terwujudnya rahmat bagi alam semesta (al-Anbiyâ: 107)!”
Tanggal Muat:26/02/2014 23:36:00 [admin]
RS PKU Muhammadiyah Gombong yang Fenomenal
REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Ahmad Syafii Maarif Pada 14 September 2014, rombongan besar R.S. PKU dan pimpinan cabang Muhammadiyah Gombong, Jawa Tengah, mengundang saya untuk mendengarkan laporan perkembangan rumah sakit dan sekaligus minta berbicara di depan mereka, bertempat di hotel Hyyat, Jogjakarta.. Tuan dan puan jangan kaget mengikuti berita gembira dari sebuah cabang Muhammadiyah yang amat patut ditiru oleh cabang-cabang yang lain. Resonansi ini khusus membicarakan perkembangan
Kegundahan Asad di Akhir Hayatnya
REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Ahmad Syafii Maarif Tuan dan Puan masih ingat nama besar ini? Berawal sebagai wartawan, kemudian tampil sebagai salah seorang pemikir Muslim besar abad ke-20 dan ahli tafsir Alquran kenamaan dengan "the Message of the Qur’an" (1980) sebagai magnum opus (karya agung)-nya. Setelah menempuh perjalanan spiritual yang panjang dan berliku di beberapa negeri Arab, akhirnya pada 1926 Asad melepaskan jangkar agama aslinya untuk kemudian menjadi Muslim.
Haji dan Kapitalisasi Habitus Keberagamaan
Selama ini para pejabat negara tanpa harus antre dapat berangkat ke Tanah Suci. Sementara, di sisi lain, ribuan anggota jemaah calon haji harus rela antre selama bertahun-tahun untuk menjalankan ibadah yang memerlukan biaya dan tenaga besar itu. Ini sungguh sebuah fenomena keagamaan yang sarat kekuasaan dan kapital, yang di negeri Muslim terbesar di dunia ini dapat dikatakan senantiasa bermasalah.
Kegagalan Parpol Islam Lahirkan Pemimpin
REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Ahmad Syafii Maarif Adalah sebuah kerugian besar bagi bangsa ini karena parpol Islam pasca partai Masyumi dan pasca partai NU gagal melahirkan pemimpin, nasional dan lokal, yang mendapat kepercayaan rakyat banyak. Di kalangan Masyumi dulu banyak muncul pemimpin kelas nasional setanding dengan Soekarno, Hatta, Sjahrir, Wilopo, I.J. Kasimo, Johannes Leimena, dan lain-lain. Nama-nama semisal Soekiman Wirjosendjojo,
Trisakti dan Kabinet Jokowi-JK
Oleh: Ahmad Syafii Maarif KOMPAS.com - KABARNYA sudah puluhan orang yang sudah melamar agar dipertimbangkan menjadi anggota kabinet Joko Widodo-Jusuf Kalla. Semua berjanji untuk membantu presiden terpilih. Tidak ada yang salah jika pelamarnya berjibun, tetapi seleksinya harus ekstra ketat. Kepada saya yang tidak punya kaitan apa-apa dengan kekuasaan, beberapa orang juga telah mengantarkan biodata pribadinya agar disampaikan ke alamat Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK).