
Selamat Kepada 50 Peserta Terpilih Tadarus Pemikiran Ahmad Syafii Maarif!
Sebuah kebanggaan melihat gelombang semangat dari 115 pendaftar (terdiri dari 88 laki-laki dan 27 perempuan) yang siap mengkaji ide-ide jernih kebangsaan.
Kini, langkah awal perjuangan intelektual resmi dimulai bersama 50 peserta terpilih yang merepresentasikan keberagaman dari 21 provinsi dan 43 kabupaten/kota di Indonesia.
👉 Instruksi Penting:
Bagi seluruh pendaftar, mohon untuk segera mengecek email Anda (termasuk folder spam/promosi) untuk melihat status kelulusan dan instruksi langkah selanjutnya.
Bagi yang tidak menerima email jangan patah semangat, tulisan Anda masih berkesempatan dipilih untuk diterbitkan di jurnal MAARIF / buku.
Mari jadikan momentum ini sebagai ruang untuk mendalami, merefleksikan, dan mengontekstualisasikan pemikiran Buya Syafii Maarif di era modern. Sampai jumpa di ruang tadarus!
Tadarus Pemikiran Ahmad Syafii Maarif: Menjaga Suluh, Merawat Nurani Bangsa” merupakan forum ilmiah strategis yang diselenggarakan oleh MAARIF Institute sebagai ruang untuk merawat dan mengembangkan warisan pemikiran Ahmad Syafii Maarif. Acara ini mengintegrasikan format Call for Submission, simposium, dan panel diskusi dalam satu rangkaian kegiatan terpadu yang dirancang untuk menjembatani diskursus intelektual dengan aksi nyata di lapangan.
Tahun 2026, tadarus ini mengangkat tema sentral mengenai “Pendidikan, Ekologi, dan Keadaban Publik: Menjawab Krisis Kemanusiaan melalui Reaktualisasi Gagasan Kebudayaan Buya Syafii Maarif.” Tema ini hadir sebagai respons atas keresahan kolektif terhadap kondisi nasional dan global yang berada di persimpangan jalan akibat disrupsi yang melanda sektor pendidikan, kerusakan ekosistem, serta merosotnya keadaban publik.
Melalui forum ini, nilai-nilai dasar yang diperjuangkan Buya, seperti egalitarianism, inklusivitas, dan keberpihakan kepada kemanusiaan universal, dihadirkan bukan sebagai artefak sejarah, melainkan sebagai kerangka analitik yang tajam untuk membedah krisis kontemporer. Tadarus Pemikiran Ahmad Syafii Maarif ini menjadi ajang bagi akademisi, peneliti, budayawan, dan aktivis untuk melakukan refleksi kolektif dan melahirkan perspektif budaya yang strategis (bukan sekedar ekshibisi) dalam menjawab tantangan zaman. Esai terpilih dari proses Call for Submission akan didiskusikan dalam sesi panel dan diproyeksikan untuk diterbitkan dalam buku dan atau jurnal sebagai kontribusi nyata bagi Khazanah pengetahuan Indonesia.
- Memperingati Bulan Buya Syafii Maarif melalui pendalaman pemikiran yang tajam, kritis, dan kontekstual terhadap tantangan zaman
- Mendayagunakan pemikiran Buya sebagai basis analitik untuk merumuskan respon atas krisis pendidikan, ekologi, dan keadaban publik
- Memfasilitasi dialog lintas disiplin untuk mentransformasi refleksi akademik menjadi langkah strategis yang pro-kemanusiaan
- Merumuskan dan mempublikasikan Manifesto Kebudayaan sebagai panduan aksi kolektif dalam menjawab tantangan pendidikan ekologi, dan keadaban di Indonesia
- Memperkuat kolaborasi antara akademisi, budayawan, dan aktivis untuk menjadi penggerak nilai-nilai kenegarawanan di ruang publik
- Menghasilkan dokumen strategis dan karya ilmiah bermutu yang dapat menjadi rujukan bagi publik serta pembuat kebijakan nasional.
TEMA:
Pendidikan, Ekologi, dan Keadaban Publik: Menjawab Krisis Kemanusiaan melalui Reaktualisasi Gagasan Kebudayaan Buya Syafii Maarif
SUB-TEMA
| No. | Sub-Tema | Deskripsi | Nilai Relevan |
| ST-01 | Transformasi Pendidikan: Menuju Kemanusiaan yang Membebaskan | Kajian tentang pendidikan sebagai instrumen liberasi yang melampaui kepentingan industri: menekankan pada akses inklusif dan pengembangan nalar kritis | Kemanusiaan, Egaliter, Inklusif |
| ST-02 | Keadaban Publik di Era Digital: Melampaui Nasionalisme Sempit | Telaah atas tantangan etis dalam ruang publik digital; merumuskan kembali nasionalisme yang inklusif sebagai warga dunia yang beradab dan berwawasan luas | Keindonesiaan, Toleran, dan Keadaban |
| ST-03 | Ekologi dan Martabat Manusia: Menggugat Eksploitasi Alam | Analisis kritis atas krisis ekologi dan mendesak orientasi pembangunan yang memuliakan alam demi keberlangsungan hidup generasi masa depan | Kemanusiaan, Etika, Ekologis |
| ST-04 | Politik Internasional dan Etika Global dalam Perspektif Buya | Diskursus mengenai posisi bangsa di tengah arogansi global; mencari jalan damai bagi kemanusiaan melalui kearifan lokal Nusantara dalam tata hubungan antar-peradaban. | Kemanusiaan, Keadilan, Inklusif |
| ST-05 | Institusionalisasi Gerakan Budaya: Dari refleksi ke Aksi | Fokus pada bagaimana gagasan-gagasan Buya dapat dikristalisasi menjadi gerakan budaya yang nyata dan strategis di tingkat akar rumput dan kebijakan publik. | Keindonesiaan, Strategis, Inklusif |
| ST-06 | Meneguhkan Keadaban dalam Demokrasi yang Dilematis | Mengkaji kembali sistem demokrasi kita agar lebih berorientasi pada kesejahteraan rakyat dan penegakan moralitas, serta menolak segala bentuk praktik oportunisme politik yang eksploitatif. | Egaliter, Non-Diskriminasi, Beradab |
| ST-07 | Integrasi Kepemimpinan Inklusif dalam Rekonstruksi Keadaban: Peran Strategis Perempuan dan Pemuda | Membedah urgensi keterlibatan aktif perempuan dan generasi muda sebagai aktor utama dalam mengoreksi ketidakadilan sistemik, guna memastikan keberlanjutan masa depan bangsa yang lebih adil dan setara. | Inklusif, Egaliter, Non-Diskriminasi, Toleransi |
| ST-08 | Islam, Sains, dan Masa Depan Kemanusiaan | Dialog antara nilai wahyu dan kemajuan revolusi teknologi; bagaimana ilmu pengetahuan dapat kembali memuliakan manusia dan bukan menghancurkannya. | Keislaman, Kemanusiaan, Etika |
“Tadarus Pemikiran Ahmad Syafii Maarif” dirancang sebagai forum perjumpaan intelektual yang dinamis, memadukan tradisi akademis yang rigorus dengan orientasi aksi kolektif melalui tahapan berikut:
- Sesi Diskursus Utama (Keynote Session)
Sesi ini menghadirkan tokoh dan akademisi untuk membedah krisis pendidikan, ekologi, dan keadaban publik melalui lensa pemikiran Buya Syafii Maarif. Sesi ini berfungsi sebagai kerangka analitik (tatanan konsep) yang menjadi pijakan teoritis bagi seluruh diskusi kelompok.
- Sesi Diskusi Panel (Sesi Paralel)
Seluruh peserta akan dibagi ke dalam tiga ruang diskusi paralel yang berfokus pada pilar strategis: Pendidikan, Ekologi, dan Keadaban Publik. Metode ini bertujuan untuk mengkonsolidasikan gagasan menjadi langkah aksi yang lebih komprehensif. Mekanismenya sebagai berikut:
- Diskursus Berbasis Isu: Setiap ruang diskusi dipandu oleh seorang pakar atau fasilitator ahli yang akan memandu jalannya dialektika mengenai tantangan dan peluang dalam setiap topik pembahasan
- Perumusan Manifesto Sektoral: Setiap peserta berpartisipasi aktif dalam diskusi dengan melakukan sintesis kolektif untuk menyusun draf Manifesto Khusus (Manifesto Pendidikan, Manifesto Ekologi, dan Manifesto Keadaban Publik)
- Pendalaman Kritis: Fasilitator berperan untuk memastikan bahwa draf manifesto yang dihasilkan memiliki kedalaman analitik, berorientasi pada kemaslahatan publik, serta selaras dengan spirit kenegarawanan Buya Syafii Maarif.
- Plenary Session & Perumusan Manifesto
Sebagai puncak rangkaian, hasil draf dari ketiga ruang diskusi akan dibawa ke sesi pleno untuk disatukan menjadi dokumen strategis nasional.
- Sintesis: Poin-poin kunci dan rumusan aksi dari setiap kelompok sektor akan digabungkan menjadi satu kesatuan dokumen.
- Rilis Manifesto: Hasil sintesis final akan ditetapkan menjadi Manifesto Kebudayaan 2026. Dokumen ini berisi komitmen kolektif, pandangan sikap, dan usulan aksi strategis terhadap krisis pendidikan, ekologi, dan keadaban publik di Indonesia.
- Deklarasi: Rangkaian ditutup dengan pembacaan dan penandatanganan Manifesto sebagai komitmen nyata seluruh peserta untuk bergerak bersama sebagai penggerak kebudayaan.
Syarat Umum Penulis
- Tadarus Pemikiran Ahmad Syafii Maarif: Menjaga Suluh, Merawat Nurani Bangsa mengundang 50 orang akademisi, peneliti, budayawan, aktivis dari berbagai latar belakang yang beragam.
- Peserta yang diundang akan dimintai Curriculum Vitae (CV) dan Esai Ilmiah Populer terkait tema-tema yang dibahas dalam Tadarus ini dengan ketentuan penulisan berikut:
- Esai Ilmiah Populer dalam bahasa Indonesia, 3000-5000 kata, kertas A4, 1 spasi;
- Esai Ilmiah Populer memuat: Judul, Nama Penulis (beserta deskripsi biodata singkat dan Alamat e-mail pribadi), Abstrak (dalam bahasa Indonesia), Pendahuluan (tanpa anak judul), Subjudul-subjudul (sesuai kebutuhan), Penutup, dan Daftar Pustaka (bahan rujukan);
- Catatan–catatan berupa referensi ditulis secara lengkap dalam Catatan Kaki dengan urutan: Nama Lengkap Pengarang, Judul Lengkap Sumber, Tempat Terbit, Penerbit, Tahun Terbit, dan nomor halaman. Rujukan dari internet harap mencantumkan halaman http secara lengkap serta tanggal pengaksesannya;
- Kutipan lebih dari empat baris diketik dengan spasi tunggal dan diberi baris baru. Kutipan empat baris atau kurang dituliskan sebagai sambungan kalimat dan dimasukkan dalam teks memakai tanda petik.
- Daftar Pustaka, diurutkan secara alfabetis, dan hanya memuat literatur yang dirujuk dalam esai. Contoh:
Lijphart, Arend. Democracy in Plural Societies. New Haven: Yale University Press, 1977.
Skolimowski, Henryk, David Skrbina, and Juanita Skolimowski. World As Sanctuary: The Cosmic Philosophy of Henryk Skolimowski. Detroit: Creative Fire Press, 2010.
Glazer, Sidney, and A L. Tibawi. “Review of American Interests in Syria, 1800-1901: A Study of Educational, Literary and Religious Work.” The American Historical Review. 73.1 (1967): 187-188.
CV dan Esai Ilmiah Populer dapat dikirimkan sejak 5 Mei, dan paling lambat pada 31 Mei, 2026, melalui link https://bit.ly/TadarusASM
Proses Review
- Esai yang masuk akan direview dan diseleksi oleh tim panitia
- Peserta yang lolos akan mendapat notifikasi email dari MAARIF Institute
Fasilitas Peserta
Peserta terpilih akan memperoleh:
- Akomodasi dan konsumsi selama acara
- Sertifikat
- Transportasi
- Panitia tidak menanggung biaya-biaya lainnya di luar fasilitas yang telah disediakan oleh panitia selama kegiatan berlangsung.
Beberapa pertanyaan yang sering muncul:
| Benefit untuk Peserta | |
| Q | Apa saja yang ditanggung/benefit untuk peserta? |
| A |
|
| Q | Bolehkan satu kamar sendiri? |
| A | Tidak, satu kamar untuk 2 orang (twin bed). Bagi yang ingin satu kamar sendiri silakan dapat melakukan pemesanan langsung ke pihak hotel dengan menggunakan uang pribadi. |
| Q | Bolehkah membawa keluarga? |
| A | Boleh, silakan membawa keluarga TETAPI biaya akomodasi, konsumsi dan transportasi ditanggung mandiri. MAARIF Institute HANYA memberikan fasilitas untuk peserta yang terdaftar. |
| Mekanisme kedatangan dan kepulangan | |
| Q | Dimana lokasi acaranya? |
| A |
|
|
|
| Q | Bolehkah izin pergi/pulang duluan sebelum acara selesai? |
| A | Tidak. Peserta diwajibkan untuk mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai. |
| Q | Bolehkah saya datang sebelum atau pulang satu hari setelah tanggal acara (18-19 Juni)? |
| A | Boleh, tetapi akomodasi, konsumsi dan transportasi ditanggung mandiri oleh peserta. MAARIF Institute tidak bertanggung jawab atas fasilitas peserta diluar acara. |
| Transportasi | |
| Q | Apakah ada ketentuan untuk transportasi (Pesawat/Kereta/Bus) |
| A | Tidak, terserah kepada peserta. MAARIF Institute hanya memberikan subsidi transportasi. |
| Q | Berapa subsidi transportasi yang diberikan oleh MAARIF Institute? |
| A | Biaya subsidi sesuai dalam surat pemberitahuan (email) yang telah dikirimkan kepada peserta pada tanggal 10 Juni 2026. |
| Q | Apakah subsidi transportasi di transfer dulu kepada peserta? |
| A | Subsidi akan diberikan saat acara berlangsung yaitu tanggal 18-19 Juni 2026. |
| Q | Apakah panitia bisa membelikan tiket transportasi untuk peserta? |
| A | Seluruh peserta diwajibkan untuk membeli tiketnya masing-masing. Panitia tidak akan membelikan tiket kepada peserta. |
| Essay | |
| Q | Apakah ada revisi setelah Tadarus selesai? |
| A | Ya. Revisi dapat dilakukan setelah reviewer memberikan form feedback untuk revisi |
| Q | Berapa lama waktu yang diberikan untuk revisi? |
| A | Akan diinformasikan lebih lanjut oleh panitia |
| Q | Kapan artikel saya akan diterbitkan? |
| A | Akan diinformasikan lebih lanjut setelah acara Tadarus selesai. |
| Q | Saya hanya menulis abstract apakah ada kesempatan untuk menyelesaikan essay? |
| A | Ya, seluruh peserta wajib menyelesaikan essaynya. |
