Program ini di dikelola oleh satu divisi dengan menghadirkan program-program unggulan diantaranya; MAARIF Award, Peningkatan kapasitas untuk guru, pelajar dan mahasiswa, Dakwah Digital, dll

Nama-nama Penerima MAARIF Fellowship (MAF) 2021/2022

BERITA ACARA

Nomor: 004.009/MICH–B/Prg/IV-22

 

Tentang:

Hasil Seleksi Tahap II Terhadap Presentasi Proposal Penelitian

Nominees MAARIF Fellowship (MAF) 2021/2022

 

Pada hari ini, Senin, tanggal sebelas, bulan April, tahun dua ribu dua puluh dua, Dewan Juri MAARIF Fellowship (MAF) 2021 yang bertanda-tangan dibawah ini :

  1. Alimatul Qibtiyah, Ph.D.
  2. Hilman Latief, Ph.D.
  3. Mukhaer Pakkana

Setelah hasil penilaian seleksi tahap I pada tanggal 24 Februari 2022, dan memperhatikan pemaparan presentasi 20 orang nominees MAF 2021/2022 pada proses seleksi tahap II tanggal 24 Maret 2022, Dewan Juri MAF 2021/2022 telah menetapkan nama-nama Penerima Hibah Penelitian MAF 2021/2022 sebagai berikut:

  1. Aan Arizandy, Universitas Gadjah Mada, “Agensi, Subjektivitas, dan Politik Kesalehan: Dinamika Gerakan Keagamaan Perempuan Aisyiyah di Era-Kontemporer”
  2. Alfia Nur Aulia, Universitas Muhammadiyah Malang, “Ijtihad Muhammadiyah Melawan Kekerasan Seksual”
  3. Ichsanul Rizal Husen, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta, “Peran Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Muhammadiyah Sleman Dalam Pemberdayaan Petani”

* urutan berdasarkan abjad nama

 

Untuk itu, Dewan Juri MAF 2021/2022 mengamanatkan kepada MAARIF Institute for Culture and Humanity, sebagai panitia penyelenggara MAF 2021/2022, untuk melanjutkan tahapan selanjutnya dari proses kegiatan pasca penjurian ini berakhir.

 

Demikian berita acara ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

 

Tertanda,

  1. Juri 1: Prof. Alimatul Qibtiyah, Ph.D.
  2. Juri 2: Prof. Hilman Latief, Ph.D.
  3. Juri 3: Dr. Mukhaer Pakkana

 

Festival Budaya Damai: Sayembara Pembuatan Video Pendek untuk Pelajar SMA/SMK/MA

Tular Nalar

Program Literasi Media untuk Penyemaian Perdamaian dan Pemikiran Kritis.

TULAR NALAR adalah sebuah inisiatif yang dibuat oleh MAARIF Institute, Mafindo, Love Frankie,  serta didukung oleh Google.org. Inisiatif ini berfokus pada penyediaan materi pembelajaran tentang berpikir kritis dan literasi media, serta membantu audiens menavigasi tantangan yang dihadapi di lingkungan pembelajaran online selama pandemi ini.

TULAR NALAR menyediakan kurikulum online dan sumber belajar yang menarik dan mudahdigunakan bagi dosen, calon guru, dan siswa untuk membangun ketahanan target audiens TULAR NALAR terhadap intoleransi, berita palsu, ujaran kebencian, dan hoax melalui pemikiran kritis dan pendidikan literasi media.

Seluruh materi TULAR NALAR dapat diakses di website tularnalar.id

Dakwah Digital dan Kontranarasi

Sebagai bagian dari gerakan kontranarasi kebencian di media serial. Pada tahun 2020 MAARIF Institute menggagas program promosi narasi moderatisme yang sekaligus sebagai upaya melawan narasi kebencian di Internet. Bentuk narasi ini dikemas dalam bentuk artikel dan infografis dan di unggah di website maarifisntitute.org dan media sosial.

Peduli Pendidikan

Program pengumpulan dana dan bantuan untuk guru dan tenaga kependidikan yang terdampak pandemi Covid-19 sebagai bentuk perlindingan sosial masyarakat sipil. Untuk penggalangan dana dari masyarakat luas program ini bekerjsaama dengan kanal benihbaik.com dan Pada tahun 2021 program ini telah memberikan bantuan kepada sekolah dan guru-guru di Nusa Tenggara Timur.

Creator Muda Academy (2019-2020)

Sejak tahun 2017, MAARIF Institute bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dengan dukungan Google dan Youtube telah melakukan pelatihan jurnalisme kebinekaan untuk pelajar SMA dan sederajat di 5 kota di Indonesia. Program ini telah menghasilkan dampak yang signifikan dengan semakin tumbuhnya kesadaran untuk melaporkan konten negatif di internet melalui mekanisme pelaporan yang disediakan oleh platform media sosial (68% partisipan). Selain itu, 91% peserta program yang terdiri dari 2000 pelajar ini mengaku bahwa melalui program ini mereka menyadari pentingnya menjadi produsen informasi positif untuk melawan konten-konten negatif di internet.

Untuk itu, pada tahun 2019 ini, MAARIF Institute kembali akan menggelar kegiatan serupa guna memberikan pendidikan publik tentang pentingnya literasi media dengan tajuk “CreatorMudaAcademy. Sebuah platform pembelajaran offline untuk pelajar Indonesia tentang keindonesiaan, kebinekaan dan literasi media. Pada tahun 2019, program literasi media ini semakin disempurnakan. Tak hanya memberikan pendidikan secara luar jaringan (offline), akan tetapi MAARIF Institute bersama dengan Cameo Project dan Peace Generation Indonesia dengan dukungan Google.org juga menghadirkan platform dalam jaringan (online) sebagai medium ekspresi pelajar Indonesia yakni; madingsekolah.id.Platform ini adalah upaya untuk merevitalisasi majalah dinding sebagai platform informasi pelajar yang positif dan kreatif.

Kami percaya madingsekolah.id adalah platform online yang bisa digunakan tidak hanya oleh pelajar (untuk menampilkan ide dan ekspresi) namun juga bisa dimanfaatkan oleh guru dan orang tua untuk memahami pola pikir dan tren pelajar hari ini. Platform ini diharapkan menjadi rujukan anak muda untuk mencari, memproduksi dan mendistribusikan informasi positif untuk pelajar Indonesia.

Peserta

Kegiatan ini terbuka untuk seluruh siswa/siswi SMA, SMK dan MA baik swasta maupun negeri di kota-kota tujuan kegiatan ini dalam bentuk tim mading sekolah yang terdiri dari 5 siswa/siswi. Adapun persyaratannya sebagai berikut;

  1. Peserta adalah siswa/siswi kelas 10 (kelas 1 SMA/SMK) dan kelas 11 (kelas 2 SMA/SMK) pada tahun ajaran 2018-2019.
  2. Mengirimkan masing-masing 1 contoh karya tim mading yang terdiri dari; artikel (panjang 400 kata), foto, video, dan grafis (poster, meme, infografis dll). Contoh karya dapat dikirimkan ke email sebagai berikut:

Kegiatan ini akan memilih 40 tim mading yang akan memperoleh kesempatan menghadiri Mading Talks. Melalui seleksi yang ketat, dari 40 tim tersebut akan dipilih 10 tim yang akan mengikuti Boot CampCreator Muda Academy selama dua hari dengan dukungan dana dari pengelola program.

Waktu dan Tempat

Kegiatan “CreatorMuda Academy” akan diselenggarakan selama Februari 2019 sampai dengan Januari 2020 di 10 Kota, yakni: Jakarta, Yogyakarta, Malang, Semarang, Manado, Makassar, Pontianak, Padang, Mataram, dan Bandung, dengan rencana sebagai berkut

Promosi Toleransi dan Multikulturalisme di Sekolah

Program penguatan kapasitas auditor dan pengawas sekolah sebagai bagian dari upaya pembinaan ideologi kebangsaan dan kebhinekaan, sama halnya untuk penguatan kapasitas  pengetahuan  dan  keterampilan pengawasan sekolah untuk pencegahan intoleransi dan radikalisme di Sekolah

Output dari Program ini :

Program ini telah menghasilkan output yaitu:

  1. 1.Tim pelatih dari internal Inspektorat III, Itjen Kemendikbud RI
  2. 2.Adanya Pengawas Sekolah yang memiliki kapasitas pencegahan radikalisme di
  3. sekolah
  4. Modul Pelatihan “Mempromosikan Toleransi dan Multikulturalisme di Sekolah”
  5. Buku “Pengayaan Pengawas Sekolah untuk Mempromosikan Toleransi dan Multikulturalisme di Sekolah

Program ini dilaksanakan pada tahun 2019 – 2020 bekerjasama dengan Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Pesantren Jurnalistik Ramadhan 2015

Latar Belakang

 

Seiring dengan perkembangan teknologi yang saban hari kian canggih, dalam era digitalisasi seperti saat ini penggunaan internet seakan kian tak terhindarkan lagi. Jika sebelumnya informasi hanya terpusat pada media cetak dan elektronik, maka saat ini bisa berasal dari mana saja. Penyebaran informasi bisa dilakukan oleh siapa saja, kapan saja, dimana saja, dan tentang apa saja. Masyarakat yang pada mulanya hanya menjadi konsumen media, kini bisa beralih fungsi sekaligus berkontribusi menjadi produsen berita.

Menurut lembaga riset pasar e-Marketer, pada tahun 2014 populasi netter tanah air mencapai 83,7 juta jiwa. Angka tersebut mendudukkan Indonesia di peringkat keenam dunia dalam hal jumlah pengguna internet. Sementara itu We Are Social, sebuah lembaga yang didirikan pada tahun 2008 dan fokus kepada pemahaman media sosial, mengeluarkan laporan tahunan mengenai data jumlah pengguna website, mobile, dan media sosial di seluruh dunia. Sebagai negara berkembang, di Indonesia terdapat 72,7 juta pengguna internet aktif, 72 juta pengguna aktif sosial media, dan 308,2 juta pengguna handphone pada tahun 2014.

Dalam laporan tahunannya We Are Social juga menyampaikan bahwa pengguna internet di Indonesia di awal tahun tidak mengalami pertumbuhan yang berarti, dimana jumlah pengguna media sosial meningkat sebesar 16 persen, pengguna media sosial yang mengakses dari perangkat mobile meningkat 19 persen, dan pengguna ponsel meningkat 9 persen. Meskipun tidak signifikan, namun meningkatnya penggunaan internet tersebut harus kita cermati karena 30 juta pengguna internet di negara kita adalah remaja berusia 10-19 tahun. Hal tersebut sebagaimana dilaporkan UNICEF pada tahun 2014 hasil kerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi, The Berkman Center for Internet and Society, dan Harvard University.

Tingginya angka pengguna internet di kalangan remaja harus diimbangi dengan kemampuan menganalisa media itu sendiri. Jika para remaja tidak mempunyai kemampuan semacam itu dikhawatirkan akan terjebak pada distorsi pemberitaan yang tersaji. Lebih parah daripada distorsi tersebut adalah propaganda atas nama agama yang kerap dilakukan melalui sosial media. Kasus pemblokiran 22 situs yang diduga mempropaganda paham islam radikal menjadi salah satu contoh.

Perdebatan mengenai pemblokiran 22 situs yang dituding mempropagandakan paham Islam radikal masih belum tuntas. Namun pernyataan Kepala Komisi Hukum Dewan Pers yang menegaskan bahwa 22 situs tersebut bukanlah produk jurnalistik perlu digarisbawahi. Bahkan Dewan Pers melanjutkan bahwa hampir semua media tersebut tidak pernah terdaftar di Dewan Pers. Alih-alih terdaftar, menurut Dewan Pers di antara media tersebut pernah dilaporkan karena dinilai melanggar kode etik jurnalisme. Namun mereka tidak bisa memprosesnya karena situs yang dilaporkan memang bukanlah produk jurnalistik.

Fenomena seperti itu mendorong munculnya kebutuhan akan literasi media bagi para remaja yang sebagian besar masih berstatus pelajar Sekolah Menengah Atas. Para pelajar inilah yang rentan terhipnotis oleh mitos-mitos yang diciptakan dalam social media. Berangkat dari latar belakang itulah MAARIF Institute memandang pentingnya penyelenggaraan Pelatihan Jurnalistik yang terfokus pada literasi media: pelatihan menulis kreatif dan kemampuan analisa media. Pelatihan ini tidak diberikan kepada para pelajar SMA yang kosong, melainkan mereka yang telah mendapatkan materi tentang nilai-nilai kebangsaan berupa Sekolah Pelopor Kebangsaan dan Jambore Pelajar Muslim 2014. MAARIF Institute berupaya untuk menjadikan pelajar ini sebagai agen-agen perubahan yang dapat mencerahkan teman sebaya di daerahnya masing-masing.

Tujuan Kegiatan

  1. Meningkatkan kemampuan pelajar muslim untuk berkampanye melalui tulisan di berbagai media popular.
  2. Memperkuat kemampuan pelajar muslim dalam membaca dan menganalisis berbagai media sebagai sumber informasi di era digital.
  3. Memperkaya perspektif pelajar Muslim sehingga dapat memperkuat upaya kampanye nilai-nilai kebangsaan di kalangan sebaya.

 

Bentuk Kegiatan

Bentuk kegiatan ini adalah:

  1. Pelatihan dan Praktik analisa media
  2. Pelatihan menulis kreatif.

 

Nama dan Tema Kegiatan

Nama kegiatan ini adalah Pelatihan Jurnalistik Ramadhan. Sedangkan tema kegiatan ini adalah “Pelajar Melek Sosial Media”.

Metode Kegiatan

Metode dalam kegiatan ini antara lain ceramah, pemutaran dan diskusi film, simulasi, dan game edukatif.

Materi Kegiatan

Materi pelatihan dalam kegiatan ini adalah sebagai berikut:

  • Peran Pers Bagi Kehidupan Indonesia yang Harmoni dan Damai
  • Media dan Upaya Mengarusutamakan Islam Moderat
  • Analisa Media
  • Pelatihan Menulis Kreatif di Sosial Media
  • Strategi Kampanye di Sosial Media

 

 

Peserta

Target peserta dari kegiatan ini adalah pelajar siswa/I alumni pelatihan Sekolah Pelopor Kebangsaan dan Jambore Pelajar Muslim 2014. Kegiatan ini akan melibatkan 30 orang pelajar terpilih untuk satu kali pelatihan.

 

Tempat & Waktu Kegiatan

Kegiatan ini akan diselenggarakan di Hostel Pradana (SMK 57 Jakarta), Jl. Margasatwa No. 38B, Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Dan berlangsung pada tanggal 26-28 Juni 2015 (rundown terlampir).

Tahapan 

  1. Pendaftaran Peserta Pelatihan Jurnalistik : 11-29 Mei 2015.
  2. Proses Seleksi Kepesertaan : 1-4 Juni 2015.
  3. Pengumuman Hasil Seleksi Peserta : 5 Juni 2015.
  4. Pelaksanaan Kegiatan : 26-28 Juni 2015.

Nara Sumber dan Fasilitator

Narasumber dan fasilitator dalam kegiatan ini adalah Tim dari MAARIF Institute, Dewan Pers, Gerakan Islam Cinta, Kompas, Republika dan ICT Watch.

 

Mitra Program

Dirjen Pendididkan Menen- gah Kemendikbud RI, Gerakan Islam Cinta, Pusat Media Damai (PMD-BNPT) dan KOMPAS dalam pelaksanaan kegiatan ini.
Persyaratan Peserta

  1. Pelajar SMA Negeri/swasta sederajat alumni pelatihan Sekolah Pelopor Kebangsaan dan Jambore Pelajar Muslim 2014, yang ketika pelatihan Sekolah Pelopor Kebangsaan dan Jambore Pelajar Muslim berstatus pelajar kelas X & XI atau pada tahun ajaran baru 2015-2016 berstatus pelajar kelas XI & XII.
  2. Mengirimkan esai dengan tema “Peran Pelajar di Era Sosial Media” (300 kata).
  3. Lolos seleksi panitia.
  4. Melengkapi data pribadi yang sudah disediakan pada formulir.
  5. Menyertakan surat rekomendasi dari sekolah.
  6. Menyertakan surat keterangan sehat dari dokter/klinik/puskesmas maupun rumah sakit setempat.
  7. Menyertakan surat izin orangtua/wali.