Tag Archive for: syafii maarif

Pasca-Yogyakarta, MAARIF Institute Gelar Bulan Buya Syafii Maarif Lewat Pentas Kaba Kebangsaan di Padang Panjang

Padang Panjang, 1 Juni 2026 – Sepanjang bulan Mei hingga Juni, MAARIF Institute mengajak kembali masyarakat Indonesia secara umum untuk menelusuri keteladanan luhur Sang Guru Bangsa, Ahmad Syafii Maarif, melalui rangkaian penyelenggaraan Bulan Buya yang digelar lintas wilayah di Yogyakarta, Sumatera Barat, dan Jakarta. Skema tahun ini dirancang bergerak secara estafet di tiga kota besar tersebut, dimulai dari keberhasilan MAARIF Institute menyelenggarakan pameran seni rupa bertajuk “Suluh Bangsa” hasil kolaborasi apik dengan Kiniko Art di Yogyakarta pada akhir pekan lalu. Melanjutkan estafet kultural tersebut, Sumatera Barat selanjutnya menjadi tuan rumah agenda utama kedua. Dalam hal ini, MAARIF Institute bekerja sama dengan Komunitas Talago Buni dan Institut Seni Indonesia Padang Panjang mempersembahkan Pentas Budaya kolaboratif bertajuk “Bertutur tentang Guru Bangsa: Kaba Kebangsaan dari Minangkabau” pada Minggu, 31 Mei 2026, di Gedung Pertunjukan Hoerijah Adam, ISI Padang Panjang. Seluruh rangkaian perayaan Bulan Buya ini nantinya akan bergerak menuju puncaknya yang direncanakan bertempat di Jakarta pada pertengahan bulan Juni mendatang.

Dipilihnya Ranah Minang sebagai simpul kedua dari rangkaian tiga kota ini membawa pesan mendalam. Agenda pentas budaya yang digelar secara gratis dan terbuka untuk umum ini bukan sekadar sebuah tontonan semata, melainkan sebuah undangan terbuka untuk merenung bersama di tengah riuh dan dinamisnya tantangan zaman. Melalui medium pertunjukan seni bertutur, ingatan serta ketegasan moral Buya Syafii Maarif dihidupkan kembali, mengajak kita semua untuk pulang pada nilai-nilai keadaban luhur yang dihidupkan beliau sepanjang perjalanan hidupnya, salah satunya di bumi Minangkabau.

Pertemuan kultural yang sarat makna di ISI Padang Panjang yang dihadiri oleh 700 orang ini diawali dengan laporan hangat dari Manajer Pelaksana, Akbar Nicholas. Kemudian disambung oleh sambutan dari Direktur Eksekutif MAARIF Institute, Andar Nubowo, DEA, Ph.D. Setelah itu, sebagai bentuk dukungan penuh sekaligus peresmian pembukaan acara, Rektor ISI Padang Panjang, Dr. Febri Yulika, S.Ag., M.Hum., hadir untuk menyampaikan pidato sambutan sekaligus membuka jalannya pagelaran budaya ini secara resmi.

Dalam sambutannya Andar Nubowo, menyampaikan bahwa  peringatan hari lahir dan empat tahun wafatnya Buya Syafi’i Maarif merupakan salah satu upaya untuk merawat dan mengembangan pemikiran dan gagasan Buya Syafii, di tengah kehidupan bangsa yang majemuk.

Satu momen reflektif yang menyentuh sisi emosional dan intelektual hadirin sebelum memasuki pertunjukan utama adalah sesi membaca ulang Kuliah Umum Buya Syafii Maarif. Gagasan jernih yang pernah disampaikan langsung oleh Buya di kampus ISI Padang Panjang pada 16 Maret 2015 silam disuarakan kembali oleh Dr. Dede Pramayoza, S.Sn., MA. Sesi pembacaan ulang ini diharapkan mampu memanggil kembali kejernihan berpikir sang Guru Bangsa agar dapat diserap dan direnungkan oleh generasi hari ini.

Sebagai puncak acara, panggung pertunjukan sepenuhnya diisi oleh Pagelaran Bertutur tentang Guru Bangsa yang dikawal langsung oleh Edy Utama selaku Direktur Artistik. Narasi kebangsaan ini dialunkan secara apik melalui tangan dingin duet Music Director Muhammad Halim dan Susandra Jaya, serta dituturkan secara teatrikal oleh narator Andria C. Tamsin dan Dede Primayoza. Jiwa dari pertunjukan kolaboratif ini semakin hidup lewat harmoni musik serta vokal dari para seniman Komunitas Talago Buni, yaitu Emri, Hasanawi, Febrianti, dan Anna Amelia Putri, dengan seluruh dinamika visualnya diabadikan secara estetis oleh videografer Harista Wijaya.

Menurut Edy Utama, pendekatan multi-media ini sengaja dipilih, dengan harapan  pemikiran dan gagasan Buya Syafii dapat dipahami secara lebih luas oleh kalangan masyarakat.

Melalui Pentas Budaya “Kaba Kebangsaan” ini, seluruh pihak yang terlibat berharap dapat merajut kembali tenun sosial, kemanusiaan, dan keadaban bangsa yang sepanjang hidupnya konsisten diperjuangkan oleh Buya Syafii Maarif. MAARIF Institute dengan penuh kehangatan berharap seluruh lapisan masyarakat, akademisi, mahasiswa, budayawan, serta para pencinta seni yang hadir, dapat duduk bersama dengan meresapi tutur kebudayaan ini, serta bersama-sama memastikan api nurani kebangsaan tetap menyala.

Syafii Maarif Memorial Lecture II 2023

Sosok almarhum Buya Syafii Maarif sebagai guru bangsa, yang telah berpulang ke Rahmatullah pada 27 Mei 2022 merefleksikan komitmen keislaman, keindonesiaan dan kemanusiaan. Sebuah legacy dari visi intelektual dan sosial seorang Muslim Patriotik kelahiran 31 Mei 1935 itu di Sumpurkudus, Sumatera Barat.

Selama hidupnya, Muazin bangsa ini tak pernah absen mengumandangkan moralitas dan keadaban publik. Menurutnya, krisis dan keterpurukan yang dialami bangsa di semua lini kehidupan, sesungguhnya akibat diabaikannya moralitas dan keadaban publik ini. Buya Syafii Maarif juga selalu menyuarakan pentingnya Pancasila sebagai perekat bangsa.

Legacy pemikiran Buya Syafii perlu dirawat dan terus disebarkan ke anak anak bangsa. Sikap kritis, kebersahajaan, dan keteladanannya perlu dilanjutkan, bukan sekadar dikenang, oleh generasi berikutnya; bagaimana menerjemahkan pemikiran-pemikirannya serta meneladani sikap hidupnya dalam tataran praktis yang lebih aplikatif.

Dalam rangka merawat dan meneruskan legacy pemikiran Buya Syafii, MAARIF Institute bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Internasional Indonesia menyelenggarakan “Syafii Maarif Memorial Lecture (SMML) II” dengan menghadirkan Prof. Greg Fealy (The Department of Political and Social Change) ANU.

Prof. Greg Fealy akan berbagi gagasan, pemikiran, dan temuan-temuan terbaru soal isu-isu keagamaan, politik, demokrasi, kebhinekaan, dan kemanusiaan.

Acara ini akan diselenggarakan pada:
Hari: Rabu 25, Oktober 2023
Jam: 17.30 – 21.00 WIB (diawali makan malam)
Tempat: Theater Hall Gedung Fakultas A, Universitas Islam Internasional Indonesia
Jl. Raya Bogor No.KM. 33.5, Cisalak, Kec. Sukmajaya, Depok,

Tempat Terbatas, segera daftarkan diri Anda.

CP: Pripih Utomo +62 855-9178-5279

Festival Pemikiran Ahmad Syafii Maarif, Ini Rangkaian Kegiatannya

PWMU.CO – Maarif Institute akan menggelar Festival Pemikiran Ahmad Syafii Maarif (ASM) selama delapan bulan ke depan, Oktober 2022-Mei 2023.

Direktur Program Maarif Institute Mohammad Shofan bersama rekannya Pipit Aidul Fitriyana menyampaikan serangkaian kegiatan hajatan besar itu pada Silaturahmi Online Merawat Pemikiran ASM, Jumat (23/9/22) malam melalu Zoom.

Hajatan terdekat berlangsung pada Oktober dan November 2022. Agenda pertama berupa ‘100 Hari Ahmad Syafii Maarif’ yang digawangi Pipit Aidul Fitriyana.

Pipit Aidul Fitriyana menambahkan, meski nama programnya ‘seratus hari’ tapi sebenarnya itu bukan peringatan tepat seratus hari kepergian ASM. “Sudah lewat,” ujarnya.

Aidul—sapaannya—juga menekankan, mereka tidak mempermasalahkan penggunaan istilah ‘100 hari’ yang identik dengan tradisi di kaum Nahdliyin. Karena kaum Nahdliyin pun menurutnya juga merasa memiliki sosok ASM.

Agenda 100 Hari ASM itu meliputi dua kegiatan spesial. Pertama, peluncuran dan diskusi buku ‘Bulir-bulir Refleksi Seorang Mujahid’ (kumpulan tulisan Buya ASM di Kompas), ‘Indonesia Jelang Satu Abad’ (kumpulan resonansi tulisan Buya ASM di Republika), dan ‘Al-Quran untuk Tuhan atau Manusia’.

Agenda lainnya, ada pengumuman pemenang sayembara lomba video pendek dan lomba esai. “Segmentasinya ini anak-anak muda semua,” ungkap Shofan. Untuk acara puncak berlangsung di Bentara Budaya Jakarta (27/10/22).

Muktamar Pemikiran ASM 

Agenda besar berikutnya berlangsung pada November 2022. Persis sepekan sebelum Muktamar Muhammadiyah di Surakarta, pihaknya akan menggelar Muktamar Pemikiran Ahmad Syafii Maarif. “Gongnya di pembukaan Muktamar tanggal 12,” ungkap Aidul.

Inilah upaya internalisasi semangat intelektualisme dan cita-cita sosial ASM di kalangan muda Indonesia melalui proses diskursus publik dan kaderisasi intelektual.

Muktamar Pemikiran ASM yang digelar di Surakarta ini terdiri dari dua kegiatan. Pertama, Simposium Pemikiran ASM bertajuk ‘Islam, Kebinekaan, dan Keadilan Sosial: Relevansi dan Kontribusi ASM untuk Bangsa’ di Surakarta (12/11/22).

Shofan menerangkan, pihaknya menghadirkan banyak narasumber pada acara yang digelar empat sesi dalam sehari itu. Di antaranya, mengundang tokoh sekaliber Asia Tenggara Dr Azhar Ibrahim PhD, dari Singapura. Tokoh Muslim Indonesia Ulil Abshar Abdalla kata dia juga turut hadir.

Selain itu, ada tokoh Muhammadiyah, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Abdul Mu’ti ME. Ada pula tokoh lintas agama Romo Gregorius Soetomo SJ yang membahas kerukunan umat beragama.

Hadirnya beberapa tokoh lintas agama dan cendekiawan di Simposium itu fokus membahas relevansi pemikiran ASM dalam konteks tantangan keislaman, keindonesiaan dan kemanusiaan. Harapannya, lahir pokok-pokok pikiran yang disumbangkan kader terbaik Muhammadiyah untuk bangsa dalam syiar Muktamar Muhammadiyah ke-48.

Kegiatan ini akan diikuti 100 orang peserta dari berbagai daerah yang tersebar di lintas provinsi di seluruh Indonesia. Mereka terdiri dari kader intelektual dan aktivis ormas-ormas Islam maupun lintas agama, peneliti muda alumnus program Maarif Fellowship dan alumnus Sekolah Kebudayaan dan Kemanusiaan (SKK) Ahmad Syafii Maarif, juga peserta SKK Ahmad Syafii Maarif periode 2022.

Sekolah Kebudayaan dan Kemanusiaan 

Di lokasi yang sama, usai Simposium, ada Sekolah Kebudayaan dan Kemanusiaan (SKK) Ahmad Syafii Maarif ke-4 (13-17/11/22). Narasumber yang mereka hadirkan punya otoritas di bidang keilmuannya.

SKK-ASM ialah ruang yang memungkinkan generasi muda berbagi pengetahuan dan pengalaman antarsesama yang berasal dari daerah berbeda di seluruh Indonesia. Shofan menerangkan, pihaknya mengundang tak lebih dari 30 orang dari berbagai lintas agama, tokoh, aktivis muda, bahkan mahasiswa S2 maupun S3.

“Di sini kita memprioritaskan teman-teman yang mengerti pemikiran Buya Syafii Maarif!” ungkapnya. Karena itu, sambungnya, peserta harus mengikuti syarat menulis esai sepanjang 10-15 halaman.

“Banyak kalangan non muslim yang ikut mendaftar. Kita akan seleksi! Sejauh ini yang sudah mendaftar ada 59, yang akan kita seleksi sekitar 17 orang,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, mereka juga mengundang alumnus SKK ASM. “Alumnus penting kita libatkan supaya bisa sharing, karena mereka sudah melakukan salah satunya menyosialisasikan pemikiran Buya dalam berbagai kegiatan sesuai bidang mereka di tempat mereka,” jelas Shofan.

Festival di 2023 

Pada Februari 2023, ada ‘Mensyukuri Dua Dekade Maarif Institute’. “Nggak terasa sudah 20 tahun. Apa yang sudah dilakukan Maarif Institute dan apa hasilnya? Kita akan refleksikan itu semua,” jelasnya.

Kegiatan ini meliputi Malam Syukuran Dua Dekade dan Kopi Darat Komunitas Pecinta Pemikiran Ahmad Syafii Maarif (Teras Maarif). “Terdiri dari anak-anak milenial yang betul-betul concern, membaca pikiran Buya melalui berbagai karyanya,” imbuhnya.

Terkahir, pada Mei 2023, ada ‘Bulan Pemikiran Ahmad Syafii Maarif’. “Kita sebut Bulan Pemikiran ASM karena sejatinya Buya lahir dan wafat di bulan Mei. Beliau lahir tanggal 31 Mei, kemarin beliau wafat tanggal 27, tidak jauh dari tanggal lahirnya,” terang Shofan.

Kegiatannya meliputi ajang tahunan Syafii Maarif Memorial Lecture (SMML) dan penganugerahaan Ahmad Syafii Maarif Award. “Selama ini, mencari tokoh-tokoh lokal, lintas Asia Tenggara, yang kira-kira punya kontribusi penting dan bersinggungan dengan apa yang selama ini diperjuangkan Buya ASM,” ungkapnya.

Seluruh kegiatan itu, lanjut Shofan, punya satu tujuan bagaimana mereka bisa menyosialisasikan, merawat, dan mewarisi gagasan ASM. Selain itu, tujuan lainnya kata Shofan, internalisasi dari pemikiran ASM untuk dijadikan basis ideologi melakukan aksi kemanusiaan.

PWMU.CO menjadi salah satu dari 13 media afiliasi Muhammadiyah yang pertama mendapat info kegiatan ini. “Karena kami berharap hajatan kami ini menjadi hajatan bersama, ini bisa diawali media Muhammadiyah,” imbuh Shofan. (*)

 

Festival Pemikiran Ahmad Syafii Maarif, Ini Rangkaian Kegiatannya; Liputan Kontributor PWMU.CO Gresik Sayyidah Nuriyah. Editor Mohammad Nurfatoni.

Buya Syafii Maarif Maafkan Netizen yang Menghinanya

Terlapor kasus ujaran kebencian terhadap Buya Syafii Maarif bertemu langsung dengan Buya Syafii Maarif untuk meminta maaf. Buya Syafii Maarif pun meminta masyarakat lebih bijak dalam menggunakan media social karena bisa berkonsekuensi hukum.

Terlapor atas nama Yusral mengaku menyesal dan meminta maaf atas postingan yang dianggap telah menghina Buya Syafii Maarif. Buya Syafii Maarif sendiri mengaku sudah memaafkan terlapor. Akan tetapi proses hukum yang sudah berjalan buya serahkan ke tim kuasa hukum.

Buya Syafii Maarif juga mengajak masyarakat lebih bijaksana dalam menggunakan media sosial karena bisa berkonsekuensi hukum pidana.

#SyafiiMaarif #PostinganMenghina

Maarif Institute Menggelar Sekolah Kebudayaan dan Kemanusiaan

TEMPO.CO, Jakarta – Direktur Eksekutif Maarif Institute Muhammad Abdullah Daraz mengatakan Maarif Institute akan mengadakan sekolah kebudayaan dan kemanusiaan selama sepuluh hari. Kegiatan itu dilaksanakan pada 22 Juli – 1 Agustus 2018 di Grand Mulya, Bogor.

Menurut Daraz tujuan kegiatan sekolah kebudayaan dan kemanusiaan itu untuk mewadahi kader-kader intelektual yang bisa melanjutkan estafet pemikiran pendiri Maarif Institute, Syafii Maarif.

“Kami ingin mensosialisasikan gagasan-gagasan Buya (Syafii Maarif) kepada anak-anak muda lintas ormas, lintas komunitas, lintas agama. Dengan tujuan mengabadikan dan mengembangkan pemikiran Buya di kalangan anak muda” Kata Daraz saat berkunjung ke kantor Tempo, Jumat, 20 Juli 2018.

Kegiatan itu diikuti 15 peserta dari berbagai daerah dan agama di pelosok Indonesia. Mereka adalah peserta yang lolos seleksi essay dan wawancara dari 40 orang calon peserta yang mendaftar. Rentang usia peserta antara 25-40 tahun. Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh penganut agama Islam saja, tapi juga non-muslim. “Bahkan ada yang berasal dari kalangan penganut kristiani,” kata Daraz.

Kegiatan utama, ujar dia, akan berlangsung dalam bentuk short course dengan sepuluh materi dari dua tema besar yang sering digagas oleh Syafii Maarif. Kedua tema tersebut adalah Pendidikan Politik dan Kenegaraan, serta Pemikiran Islam Kontemporer.

Mohammad Shofan, Direktur Riset Maarif Institute, mengatakan bahwa kedua tema tersebut adalah turunan dari pemikiran-pemikiran pokok yang biasa dibawa oleh Syafii Maarif. “Dua tema yang dibahas mengacu kepada tema-tema pokok pemikiran Ahmad Syafii Maarif, utamanya tentang keislaman, keindonesiaan, dan kemanusiaan,” kata Shofan.

Produk dari acara ini diharapkan nantinya para peserta akan menyelesaikan essay yang mereka buat pada proses seleksi untuk dikumpulkan menjadi buku. “Para peserta berasal dari akademisi dan sudah memiliki dasar menulis yang baik, mereka sudah sering menulis di berbagai media,” tutur Shofan.

Acara Maarif Institute ini diisi oleh beberapa pengajar yang ahli di bidangnya. Selain Syafii Maarif, nantinya akan ada Ketua Mahkamah Konstitusi 2008-2013 Mahfud MD dan mantan Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Komaruddin Hidayat serta beberapa nama-nama lainya.

Sumber:
https://nasional.tempo.co/read/1109007/maarif-institute-menggelar-sekolah-kebudayaan-dan-kemanusiaan