Penerima MAARIF Award 2012 – Romo Carolus

Seorang Romo yang mengabdi untuk warga cilacap, yang membantu masyarakat miskin dan termiskin di wilayah Kampung Laut, Cilacap Jawa Tengah.

Meski lahir di Irlandia, akan tetapi ia tumbuh dan mengabdi untuk warga di Cilacap. Setelah sempat ditugaskan di Australia, ia akhirnya menetap di Cilacap Jawa Tengah Indonesia. Romo Carolus dikenal warga di pelosok Cilacap terutam karena ia memiliki program pengerasan jalan.

Dengan mengajak serta warga setempat, Romo Carolus banyak dikenal warga dengan sebutan Romo Carolus Padat Karyono. Program serupa juga banyak dilakukan di Kampung Laut. Sebuah kampung kecamatan yang terletak di pesisir pantai selatan Cilacap, berdekatan dengan pulau Nusakambangan. Di pulau kecil inilah, ia banyak membantu masyarakat miskin, baik dalam hal kesehatan, pendidikan dan infrastruktur.

Tak hanya itu, di Cilacap ia juga dikenal sebagai pelopor gerakan Forum Persaudaraan Umat Beriman. Pilihan kata “beriman” dan bukan “beragama” adalah warisan penting yang ia tekankan hingga kini, karena ia baginya prinsip iman melampaui konsep agama.

Penerima MAARIF Award 2007 – Pdt. Jacklevyn Frits Manuputy

Tokoh agama pelopor rekonsiliasi dan reintegrasi Kristen-Muslim di Ambon, Maluku.

Pada saat konflik Maluku pecah, ia secara konsisten memprakarsai sekaligus memfasilitasi pertemuan, forum serta kegiatan yang mampu mempertemukan, menjembatani serta membangun dialog antara komunitas Kristen dan Muslim dalam rangka meredam eskalasi konflik.

Tanpa kenal lelah, ia merajut tali persaudaraan yang terkoyak akibat konflik. Secara cerdas, Jacky berhasil meyakinkan komunitas-komunitas yang ada di Maluku bahwa mereka memiliki persamaan kultural sebagai masyarakat Maluku.

Jaringan Baku Bae yang menjadi tulang pungung proses rekonsiliasi dan perdamaian di Maluku adalah salah satu hasil kepeloporannya. Kepemimpinannya berakar dan berpijak pada kearifan dan budaya lokal, pela gandong.

Kapasitas dan integritas Jacky sebagai rekonsiliator diakui oleh berbagai pihak dan komunitas. Ketika konflik berkobar lagi di Maluku pada bulan September 2011, Jacky membentuk kelompok-kelompok pemuda selaku “Provokator Damai” dengan menggunakan sarana media sosial dan kampaye “SMS untuk perdamaian” secara luas sehingga diakui keberhasilannya dalam melokalisir lingkup konflik. Kini ia telah menerima gelar Master di bidang Hubungan Kristen-Muslim dari Hartford Seminary.

Pada bulan Maret lalu ia pun terpilih sebagai peraih Peacemaker in Action Award 2011-2012 dari Organisasi Tanenbaum yang berkedudukan di New York, Amerika Serikat.

Penerima MAARIF Award 2007 – Arianto Sangadji

Aktivis penggerak perdamaian dan rekonsiliasi Muslim-Kristen di Poso, Sulawesi Tengah.

Pada saat konflik horizontal bermuatan SARA melanda Poso tahun 1998, Arianto tampil sebagai mediator sekaligus inovator. Ia membuka mata hati serta membakar semangat para aktivis muda dari kalangan Muslim dan Kristen untuk bersatu padu membendung isu konflik agama di Poso. Pendekatan resolusi konflik dan rekonsiliasi yang dilakukan Arianto mampu mematahkan isu konflik agama yang deras diopinikan banyak pihak. Dengan telaten dan cermat, ia bertemu dan bertukar pikiran dengan masing-masing pihak melakukan proses mediasi yang sangat berperan dalam mengubah cara pandang dan berpikir masyarakat Poso terhadap konflik yang terjadi. Kini, masyarakat tidak lagi berpikir bagaimana caranya membuat senjata, tetapi secara sadar dan bersama melakukan perlawanan dan menuntut apa yang menjadi hak mereka. Sekarang, Arianto sedang menyelesaikan pendidikan Ph.D di sebuah universitas di York University, Kanada.