Tag Archive for: moral

Keadilan Gender dan Moralitas Publik: Riri Khariroh Menggugat Patriarki

Jakarta, 11 September 2024 – Dalam diskusi MAARIF House edisi ke-4 yang mengangkat tema “Agama, Kebudayaan, dan Moralitas Publik,” Riri Khariroh, salah satu narasumber dan seorang aktivis perempuan dan eco-feminism, menyoroti ketidakadilan gender yang terus berlangsung di masyarakat Indonesia. Menurut Riri, ketiga sektor utama yang dibahas dalam diskusi – agama, kebudayaan, dan moralitas publik – masih belum memberikan perhatian yang cukup terhadap isu kesetaraan gender.

“Budaya patriarki masih sangat kuat di Indonesia, terutama di wilayah-wilayah Indonesia Timur. Dalam konteks moralitas publik, perempuan seringkali menjadi objek yang dikendalikan, alih-alih dilindungi,” ungkap Riri. 

Ia memberikan contoh kasus budaya kawin tangkap dan pernikahan korban pemerkosaan dengan pelaku, sebagai bentuk nyata dari ketidakadilan yang dialami perempuan. Baginya, moralitas publik yang ada saat ini lebih sering digunakan untuk menekan dan mengatur perempuan daripada melindungi hak-hak mereka.

Meski begitu, Riri melihat ada peluang untuk memperbaiki ketidakadilan gender ini. Dia menekankan bahwa diskusi ini bisa menjadi momentum untuk turut andil menguatkan kesetaraan dan keadilan gender. Terlebih di pesantren, di mana Riri banyak terjun dan terlibat di dalamnya. 

“Pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi tempat yang memperkuat keadilan gender, meskipun saat ini moralitas masih lebih diutamakan daripada ilmu,” ujar Riri, merujuk pada kitab Ta’lim Muta’alim yang banyak digunakan di pesantren.

Riri juga menyerukan agar ada pembaruan dalam cara memandang moralitas publik, terutama yang lebih inklusif terhadap perempuan. Menurutnya, moralitas yang adil gender tidak hanya akan meningkatkan kualitas kehidupan perempuan, tetapi juga seluruh masyarakat. 

“Kita harus memanfaatkan momen ini untuk menantang patriarki dan menciptakan ruang yang lebih adil bagi perempuan,” tutupnya dengan tegas.

Diskusi ini membuka ruang untuk membahas lebih lanjut tentang bagaimana moralitas publik dapat berperan dalam memperjuangkan keadilan gender, dengan melibatkan semua pihak, baik negara, swasta, maupun masyarakat sipil. VNL

 

Izzul Muslimin: Pemimpin Genuine Semakin Sulit Ditemukan

Jakarta, 11 September 2024 – M. Izzul Muslimin, Sekretaris PP Muhammadiyah, memberikan pandangan tajam mengenai kondisi moralitas bangsa yang menurutnya semakin mengalami penurunan drastis. Dalam diskusi MAARIF House edisi #4 bertajuk “Agama, Kebudayaan, dan Moralitas Publik,” Izzul menyoroti bahwa moralitas publik di Indonesia tengah mengalami krisis.

“Situasi sosial saat ini sedang tidak baik-baik saja. Kita menyaksikan kemerosotan moral di berbagai sektor, terutama dalam kepemimpinan”, ungkap Izzul

Menurut Izzul, bangsa Indonesia masih terperangkap dalam budaya feodalisme, yang membuat figur pemimpin sangat menentukan arah moralitas publik. Selain itu, dia menyayangkan bahwa pemimpin yang lahir dari pencitraan dan rekayasa politik semakin mendominasi saat ini di bangsa kita, Indonesia. 

“Pemimpin genuine, yang lahir dari proses panjang dan jujur, semakin sulit ditemukan. Sebaliknya, kita disuguhi tokoh-tokoh yang muncul karena pencitraan yang dirancang dengan cermat, tanpa landasan moral yang kuat,” ujar Izzul dengan nada prihatin.

Kepemimpinan yang demikian, lanjut Izzul, telah menyebabkan masyarakat kita sakit secara moral. Dampaknya sangat terasa pada kehidupan sosial yang semakin tidak sehat, baik dari segi hubungan antarwarga maupun dalam tata kelola negara. 

“Dalam situasi seperti ini, keputusan yang diambil harus konsisten dengan nilai-nilai moral yang kuat dan tidak hanya berorientasi jangka pendek saja,” tegasnya. 

Izzul mengajak masyarakat untuk tidak terjebak dalam romantisme moralitas, di mana pemimpin dipilih berdasarkan karisma atau popularitas semata tanpa mempertimbangkan integritas dan kemurnian moralnya. 

“Kita membutuhkan pemimpin yang mampu mengambil keputusan berdasarkan nilai-nilai yang kuat dan berjangka panjang, bukan pemimpin yang hanya mengandalkan pencitraan,” tambahnya. Pernyataan ini mencerminkan keprihatinan mendalam Izzul terhadap kondisi bangsa dan menunjukkan perlunya perbaikan signifikan dalam moralitas publik, terutama di sektor kepemimpinan. 

MAARIF House merupakan diskusi terbatas yang diselenggarakan oleh MAARIF Institute guna membincang isu-isu terkini. NAH